Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 22 November 2015

Cek Kondisi Kendaraan Sebelum Berpergian dengan Mobil



Seperti yang sudah banyak disinggung sebelumnya, saat ingin melakukan perjalanan dengan kendaraan, baik mobil atau sepeda motor, tidak hanya fisik pengendara atau pengemudi yang perlu dipersiapkan, tetapi juga kendaraan itu. Memeriksa kondisi mobil sebelum melakukan perjalanan penting untuk dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Khusus untuk bepergian dengan mobil, melakukan Pengecekan Kondisi Kendaraan Sebelum Bepergian merupakan rutinitas wajib. Hal yang paling sederhana untuk dilakukan adalah dengan memanaskan mesin kendaraan.



Pemeriksaan Kendaraan Mobil Sebelum Jalan
  • Cheking mesin: cek apakah mesin berfungsi dengan baik, apakah terdengar bunyi aneh, apakah mesin berjalan dengan normal atau gangguan lainnya.
  • Sistim pelumasan: periksa semua komponen sistem pelumasan seperti saringan oli apakah sudah perlu diganti atau tidak sesuai anjuran pabrik yaitu rata-rata setelah 5.000 - 10.000 km, periksa kondisi oli dan level oli jangan sampai kurang dari batas minimum atau melewati batas maksimalnya, jaga kebersihan oli dan yakinkan tidak ada kotoran/debu, air, debu dari kain lap, minyak bekas yang ikut masuk ke dalam mesin.
  • Sistim pendinginan: periksa apakah kondisi selang/pipa pada sistem pendinginan dalam keadaan baik, lakukan pengurasan air pendingin dan bersihkan bagian yang berkarat. Periksa apakah ada kebocoran di sistem pendingin, apakah tinggi permukaan air dalam radiator cukup atau tidak, periksa apakah thermostat berfungsi atau tidak dll.
  • Sistim pembakaran: Periksa seluruh komponen sistem pembakaran seperti tangki bahan bakar apakah ada kebocoran, saluran bahan bakar, pompa bahan bakar, saringan bahan bakar apakah perlu diganti atau tidak, komponen sistem pembuangan, gas buang, knalpot.
  • Kerja karburator: Apakah karburator berfungsi dengan normal sehingga campuran bensin dan udara normal. Bersihkan karburator jika terdapat kotoran.
  • Sistim pengapian: Periksa komponen sistem pengapian. Cek saat pengapian dan lakukan penyetelan saat pengapian yang tepat. Periksa keadaan koil dan platina. Pastikan busi dalam keadaan bersih dari kotoran, periksa keadaan busi dari kemungkinan elektroda aus, terbakar. Ganti kabel busi bila sudah bocor, keras atau terlalu tua.
  • Sistim kelistrikan: Periksa komponen sistem kelistrikan apakah semua berungsi dengan baik, seperti apakah ada kabel yang mengelupas, putus, kendor dll. Periksa lampu - lampu kendaraan apakah ada yang putus. Periksa pula instrumen switch lampu. Bawalah sekring cadangan sesuai besarnya ampere yang dibutuhkan.
  • Sistim kemudi: Periksa komponen sistem kemudi seperti setir apakah bisa difungsikan dengan baik. Apakah kemudi terasa berat, ringan, melayang atau stabil.
  • Accu: Periksa apakah ada kebocoran elektrolit, korosi pada klem konektor, keretakan pada tutup dan kotak baterai, apakah semua komponen masih utuh, apakah di komponen baterai ada, kerenggangan. Bersihkan terminal, klem, tutup kotak baterai agar terhindar dari kemungkinan karat.
  • Motor Starter: Periksa apakah motor starter berfungsi dengan baik. Apakah motor starter lancar, tidak tersendat-sendat atau sudah dihidupkan. Pastikan arus yang mengalir ke motor starter kuat untuk memutar motor starter. Apakah motor starter bersuara gaduh dan lain-lain.
  • Kopling dan percepatan: Pastikan kopling dalam keadaan bagus, periksa ketebalan kampas kopling dan minyak kopling dari master atas atau master bawahnya.
  • As gardan: periksa apakah ada gangguan di as gardan seperti bengkok, longgar, dan lain-lain.
  • Kerangka dan pegas: Periksa apakah ayunan pegas ada yang patah atau gugus.
  • Pemeriksan Baut/mur: Periksa semua baut/mur yang terdapat di seluruh komponen sudah terpasang dengan baik. Jangan sampai kendor atau terlalu kuat.
  • Rem: Periksa apakah rem berfungsi dengan baik. Apakah bantalan rem sudah aus atau belum, apakah rem tidak blong. Periksa jumlah minyak rem dalam tabung dan bila ada kebocoran pada master silinder segera ganti dengan yang baru. Gantilah ketebalan kampas rem depan belakang bila mengalami keausan dengan yang baru. Pastikan kondisi rem tangan dalam keadaan baik.
  • Ban dan alat perkakas: Periksa tekanan angin, ban serep dan semua ban apakah sudah cukup tekanan anginnya jangan sampai kurang. Dan jangan lupa bawa perkakas/tool kit yang mungkin Anda butuhkan di jalan.



Cara Kerja Knalpot Anti Bising



Sampai saat ini, kontroversi seputar pelarangan knalpot bising, yang biasanya berasal dari knalpot racing masih menjadi perdebatan. Salah satu alasannya karena knalpot racing dianggap terlalu bising dan dapat menimbulkan polusi suara. Karena itulah, aturan tentang hal ini dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Sebelumnya diikabarkan standar kebisingan yang akan ditetapkan yakni, untuk mesin 80 cc maksimal 80 DB, mesin 80-175 cc maksimal 90 DB, selebihnya akan dikenakan tindakan tilang oleh Polantas.

Bagi kamu yang tetap ingin mempertahankan knalpot racing yang sudah ada, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredam kebisingan knalpot racing. Kebisingan tersebut bisa dikurangi dengan penambahan cara tersendiri, yakni sound cancellation dan penambahan gasbul. Paket knalpot racing seperti ini sering juga disebut Hybrid Muffler dengan penambahan komponen penghambat keluaran suara. 


Cara Kerja Knalpot Racing Anti Bising adalah dengan menghambat atau meredam keluaran suara, tanpa menghambat gas buang dari ruang pembakaran. Itu artinya, knalpot racing tanpa raungan suara yang memakkan telinga, sama sekali tidak mengurangi perfoma sepeda motor Anda.
Dengan Teknologi Knalpot Racing Anti Bising seperti diatas, aliran gas-buang tidak ada hambatan sedangkan gelombang suara mengalami peredaman dengan metode sound cancellation. Dimana tekanan gas yang dikeluarkan mesin tetap bisa keluar dengan volum besar, sedangkan gelombang suara bisa diredam melalui gasbul.

Cara Mengatasi Ban Mobil atau Motor Tidak Cepat Aus




Agar ban tidak cepat aus, perhatikan spesifikasi kecepatan maksimal ban yang bisa digunakan. Jika ban tersebut hanya memiliki kecepatan maksimal 130km/jam, maka jagalah kecepatan kendaraan Anda dibawah atau sama dengan kecepatan maksimal tersebut.
Pada kendaraan mobil, disarankan untuk melakukan spooring ataupun rotasi ban untuk mencegah keausan ban pada satu titik. Untuk kendaraan berpenggerak roda belakang dan 4 roda, bisa dilakukan rotasi seperti ban depan kiri diputar ke ban belakang kanan, dan ban depan kanan bisa diputar ke belakang kiri. Selanjutnya untuk kendaraan berpenggerak roda depan. Bisa diputar seperti ban bekakang kanan ditaruh menduduki posisi kiri depan. Dan ban belakang kiri ditaruh di ban kanan depan. Atau bisa juga ban depan kanan ditaruh di posisi kanan belakang, dan ban depan kiri bisa ditaruh di posisi kiri belakang.
Hindari kebiasaan menggeber kendaraan ntuk hal yang tidak perlu, apalagi sampai membuat suara berdecit pada aspal akibat pengereman mendadak atau saat berbelok. Semakin sering kebiasaan mengemudi yang terlalu agresif seperti ini akan membuat ban cepat aus dan tidak awet.
Selalu cek tekanan angin ban kendaraan Anda agar tetap sesuai dengan ketentuan pabrikan. Tekanan angin yang tidak sesuai dengan peruntukkan dan ketentuan pabrik juga akan membuat ban kendaraan Anda cepat Aus. Baca juga : penyebab ban motor atau mobil cepat aus